Description
Di ruang rapat itu, tiga generasi duduk berdampingan dan diam – diam saling salah paham. Yang senior menganggap yang nuda “tidak tahan banting”. Yang muda menganggap yang senior “kuno”. Keduanya yakin dirinya benar. Keduanya keliru.
Karena ini bukan perang nilai. Ini perangi definisi. setiap generasi menginginkan hal yang sama, makana, pertumbuhan, kepercayaan, ruang untuk bertumbuh hanya saja mereka menyebutnya dengan nama yang berbeda, lalu lupa saling menerjemahkan.
Buku ini tidak memihak siapa pun. Ia mengajarkan sesuatu yang lebih langka, cara membaca cara kerja orang lain, tanpa menghianati cara kerja sendiri.






